Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

25 Sep 2012

Suara Surga

Bebas berkicau, terbang, menari, bernyanyi, dan bebas sangat bergembira. Mengepakkan sayap dengan lincahnya. Berceloteh semaunya. Berputar mengitari ilalang dengan hiasan bunga putih, berterbangan serbuk bunga. pohon-pohon saling bersapa satu dengan lainnya, terhembus angin sepoi-sepoi yang menerjang. Daun-daun berguguran, bagai serbuk coklat yang berada ditar dengan pohon sebagai lilinnya. 

Termenung, menatap langit dibawahnya rerimbunan pohon, cahaya tampak malu menyenterkan silaunya. Silau menyapa tubuhku, hangat terasa dikulit, menyusup pori-pori memuntahkan titik butiran keringat kecil.

Tersesat ditengah surga kehijauan. Indah gembira, menyenangkan, dikerubuni burung-burung yang asik bergurau berputar tepat diatas kepalaku dilangit yang biru dengan sedikit lukisan pelangi tertutupi awan. 

 Umar Akib. Lapangan Paskas 645, 13 September 2012

3 Sep 2012

Jaket Usang


Dipelukanku kau merasa aman, merasa nyaman, hangat, terlindung. Usangku tak membuat kau menjauhiku ataupun membuangku seperti aku yang lainnya. Kau menyimpan dan merawat walaupun aku tlah pudar. Kau masih setia. Sejak hujan lebat menerpa, air bagai pedang menyerbu tubuh, menggores kulit, walaupun tak luka, genangan mengikat langkah, geseran angin yang kencang, menyelipkan hawa dingin menyapa pada sela-sela lengan dan sekeliling leher, membuat tubuhmu bergetar hebat. Dan disaat itulah aku hadir dan selalu hadir memelukmu erat diseluruh tubuhmu, mencoba melindungimu dan menyimpanmu agar kau merasa hangat, sudah cukup untuk membuatmu merasa nyaman.  Walaupun aku juga menyisakan kepalamu yang kecil dan pucat, dan selebihnya untuk menunjukkan dirimu, telapak tangan yang telah berkerut menahan dingin dan sapaan hujan, dan kakiku kaku melangkah termakan genangan air akibat hujan. Tak masalah bagimu. Setidaknya agar kau tak sakit basah oleh rombongan air yang sedang terjun bebas bermetaformosis jadi genangan air terhitung oleh kasat mata.

Oke Zeus mungkin kau lain kali bisa ber-wisata ke dunia, melakukan riset, bahwa hujan sedikit lebih kecil bisa menyebabkan timbulnya sakit pada manusia karena adanya jaket. Mungkin Petir bisa membuatku terbakar dan membuat yang kupeluk bergoyang mengikuti irama sengatan 1 juta voltmu. ;)

Umar Akib (suatu malam sebelum hari OSPEK)

4 Agu 2012

Patung Toko


Berdiri aku ditengah keramaian. Lalu lalang orang-orang, tak kenal namun tampak tak asing, tak acuh seperti bersahabat, bersentuhan namun tak tergoda, bisu tapi hadir, ingin menyapa namun enggan. Aku bagai patung toko ditengah kerumunan pembeli. Dilihat, disentuh, dan diacuhkan, tak bernilai, dan hanya pajangan.

3 Agu 2012

Hening


Hembusan angin menerpa, dingin menusuk menembus kulit, terasa menyebar keseluruh tubuh. Mata menerawang ke awan, melihat kekosongan, mencari secercah pandangan. Berhenti aku pada satu titik, putih, bulat, bercahaya, indah, tampak sendiri disudut langit yang tak bersudut. Cahayanya membuat perasaan terasa hangat namun tetap saja terasa seperti sekian detik yang lalu. Hening.
Senja menghilang, bermunculan bintang, satu persatu, membentuk rasi-rasi. Menari dengan lincahnya melingkari bulan. Dan sekarang pandangan tak hanya berfokus pada bulan yang sendiri, namun kini ada bulan dan bintang. Saling berpegangan, selalu bersama, dan selalu menghibur hening malam.

Umar Akib

1 Agu 2012

Tersesat


Waktu berhenti aku tertidur dalam kemayu perasaan yang kelam. Gelap semakin gelap, semakin menyesatkan ku. Membibit pikiran yang mencekam, dengan pelan, kenangan memupuk menumbuhkan bayangan yang terus menghantui, menyebar tak terhenti, dan pada satu titik berhenti membentuk sebuah labirin. Menakutkan, hantu-hantu yang telah terkubur mati, telah bangkit. Ketakutanku mendorong mencari jalan keluar. Berjalan dengan keraguan, langkah demi langkah, angin menusuk tulang kaki, ingin berhenti, tapi aku takut. Sungguh mengecewakan keraguan mengantarkan pada kebuntuan.

Umar Akib